{"id":7301,"date":"2019-11-03T19:56:36","date_gmt":"2019-11-03T12:56:36","guid":{"rendered":"http:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=7301"},"modified":"2019-11-03T19:59:07","modified_gmt":"2019-11-03T12:59:07","slug":"kilas-balik-3-rugi-100-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=7301","title":{"rendered":"KILAS BALIK #3 : RUGI 100 JUTA"},"content":{"rendered":"<p>Puasa memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Ia salah satu dari rukun Islam yang lima. Barangsiapa berpuasa untuk mencari ridha All\u00e2h Azza wa Jalla dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam , maka ia akan meraih kebaikan dan keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu kewajiban kaum Muslimin memperhatikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>MAKNA PUASA<\/strong><br \/>\nDalam bahasa Arab, puasa disebut dengan shaum atau shiy\u00e2m, artinya menahan. Adapun menurut istilah syari\u2019at, Syaikh Muhammad bin Sh\u00e2lih al-\u2018Utsaimin rahimahullah berkata, \u201cShaum adalah: beribadah kepada All\u00e2h Azza wa Jalla dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkan, mulai terbit fajar (shadiq) sampai matahari tenggelam. (Syarhul Mumti\u2019, 6\/298)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Al Baqarah ayat 183, yang membahas tentang ibadah puasa. Ayat yang mulia tersebut yang berarti :<\/p>\n<p>\u201cHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa\u201d (QS. Al Baqarah: 183).<br \/>\nAyat ini mengandung banyak pelajaran berharga berkaitan dengan ibadah puasa.<br \/>\nSyaikh Abdul \u2018Aziz ar-R\u00e2jihi -hafizhahull\u00e2h- berkata, \u201cBarangsiapa mengingkari kewajiban puasa (Ramadh\u00e2n), maka dia kafir, murtad dari agama Islam. Karena dia telah mengingkari satu kewajiban besar dan satu rukun dari rukun-rukun Islam, serta satu perkara yang diketahui dengan pasti sebagai ajaran Islam. Barangsiapa mengakui kewajiban puasa Ramadh\u00e2n dan namun dia berbuka dengan sengaja tanpa udzur, berarti dia telah melakukan dosa besar, dia dihukumi fasik dengan sebab itu, namun tidak dikafirkan menurut pendapat yang paling kuat dari pendapat Ulama. Dia wajib berpuasa, dan Penguasa muslim (harus) menghukumnya dengan penjara atau dera atau kedua-duanya. Sebagian Ulama berkata, \u201cJika seseorang berbuka puasa Ramadh\u00e2n dengan sengaja tanpa udzur, dia menjadi kafir\u201d. [Ilm\u00e2m bi Syai-in min Ahk\u00e2mis Shiy\u00e2m, hlm. 1]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>ANCAMAN MENINGGALKAN PUASA RAMADHAN TANPA UDZUR (ALASAN)<\/strong><br \/>\nPuasa Ramadh\u00e2n merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, maka orang yang meninggalkannya atau meremehkannya akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan juga orang orang yang meninggalkan puasa ramadhan akan sangat amat merugi di dunia dan di akhirat karena dia telah meninggalkan dan melalaikan salah satu ibadah yang amalannya sangat besar yang dinilai sendiri oleh Allah SWT<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>ibaratnya kalau kamu di berikan uang 100 juta untuk bisa membuat investasi masa depan tapi kamu malah menyianyiakan untuk hal lain yang tidak bermanfaat sama sekali untuk kehidupanmu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puasa memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Ia salah satu dari rukun Islam yang lima. Barangsiapa berpuasa untuk mencari ridha All\u00e2h Azza wa Jalla dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu \u2018alaihi wa sallam , maka ia akan meraih kebaikan dan keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu kewajiban kaum Muslimin memperhatikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. &#8230; <a title=\"KILAS BALIK #3 : RUGI 100 JUTA\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=7301\" aria-label=\"Read more about KILAS BALIK #3 : RUGI 100 JUTA\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1001340,"featured_media":7303,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7301","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1001340"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7301"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7306,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7301\/revisions\/7306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}