{"id":7757,"date":"2020-07-17T15:08:39","date_gmt":"2020-07-17T08:08:39","guid":{"rendered":"http:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=7757"},"modified":"2020-07-17T15:08:41","modified_gmt":"2020-07-17T08:08:41","slug":"istilah-hp-kentang-untuk-ejek-ponsel-pas-pasan-dari-mana-asal-usulnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=7757","title":{"rendered":"Istilah HP Kentang untuk Ejek Ponsel Pas-pasan, dari Mana Asal-usulnya?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hallo hallo hai Akang Teteh! Gimana nih kabar nya akang teteh? Disaat-saat New Normal dan libur semester seperti ini, harus terus menjaga kesehatan dan jangan lupa untuk terus terapkan protokol kesehatan ketika sedang berkegiatan ya akang teteh!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akang teteh pastinya sering mendengar istilah HP kentang, akang teteh juga pastinya sudah tahu artinya atau mungkin ada yang belum tahu sama sekali. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah &#8220;hape (HP) kentang&#8221; saat ini banyak digunakan, baik di dunia maya maupun nyata. Istilah tersebut kerap dipakai untuk mengolok-olok ponsel yang memiliki spesifikasi rendah dan &#8220;melempem&#8221; saat digunakan untuk main game. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, dari mana istilah ini muncul? Istilah &#8220;kentang&#8221; sendiri bukanlah sebuah ungkapan baru. Kentang sendiri merupakan kependekan dari ungkapan &#8220;kena tanggung&#8221;, atau segala sesuatu yang serba hampir dan kurang maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebenarnya, istilah &#8220;kentang&#8221; juga populer digunakan remaja di Amerika Serikat (AS). Menurut situs <em>Urban Dictionary<\/em>, kentang (potato) merupakan bahasa slang untuk mengolok-olok sesuatu yang dianggap buruk, bodoh, membosankan, atau tidak menarik. Misalnya, menyebut suatu acara yang membosankan atau mengolok-olok benda yang dinilai jelek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu pengguna di forum diskusi Quora juga membagikan pendapatnya, bahwa bisa jadi istilah kentang diambil dari kata Fanshu yang berarti ubi dalam bahasa Kanton. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, kata itu digunakan untuk makian kepada seseorang yang kurang pandai dengan berkata &#8220;dafanshu&#8221; yang secara harfiah berarti kentang besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arti tersebut agak mirip dengan slang <em>potato-head<\/em> di Amerika yang juga kerap digunakan untuk mekian yang sama. Definisi ini agak sedikit mirip dengan arti &#8220;kentang&#8221; di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umumnya, ungkapan ini ditujukan untuk menyebut sesuatu yang nilainya lebih rendah atau kurang maksimal. Tak terkecuali soal <em>gadget<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Hape kentang adalah ponsel dengan spesifikasi pas-pasan. Terbatas banget kemampuannya,&#8221; jelas pengamat gadget, Herry SW. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pas-pasan yang dimaksud bisa dilihat dari spesifikasi yang terbilang lebih rendah daripada kebanyakan ponsel kelas di atasnya. Herry mencontohkan, Hape kentang biasanya memiliki ruang penyimpanan kecil, misalnya RAM 2 GB dan ROM 16 GB. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesor yang digunakan juga biasanya kelas bawah dan baterainya kurang dari 4.000 mAh. Pendapat senada juga diuraikan pengamat gadget, Lucky Sebastian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lucky mengatakan &#8220;HP kentang&#8221; biasanya masuk dalam kategory entry level. Ponsel dalam kategori ini biasanya kurang maksimal apabila digunakan untuk bermain game berat seperti PUBG, Asphalt 9, CoDM, dll. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ketika digunakan untuk bermain game yang berat sering tidak mampu atau lag parah, karena tidak didesain untuk itu,&#8221; paparnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, YouTuber SobatHape, Irwan Kusuma, mengatakan definisi &#8220;HP kentang&#8221; sangat subjektif. Menurut Irwan, kentang bisa berarti spesifikasinya &#8220;nanggung&#8221; atau &#8220;nggantung&#8221;. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan Lucky atau Herry, menurut Irwan, &#8220;HP kentang&#8221; tidak selalu masuk entry-level. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istilah ini juga bisa dialamatkan untuk ponsel flagship yang punya spesifikasi tanggung. Misalnya, ada dua ponsel flagship yang berada di kelas yang sama dan dijual dengan harga yang mirip. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, salah satunya memiliki NFC atau in display fingerprint atau fitur lain yang mutakhir. Tapi fitur itu, tidak dimiliki ponsel satunya. &#8220;Atau bisa juga hapenya yang harganya &#8216;nanggung&#8217;. Karena dengan menambah sedikit budget, bisa dapet spesifikasi yang lebih baik,&#8221; pungkas Irwan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi seperti itu akang teteh asal-usul HP kentang yang mungkin akang teteh baru tahu. Setelah tahu asal-usul dan arti nya, semoga akang teteh tidak salah paham lagi ya mengenai arti dari HP kentang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber : tekno.kompas.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hallo hallo hai Akang Teteh! Gimana nih kabar nya akang teteh? Disaat-saat New Normal dan libur semester seperti ini, harus terus menjaga kesehatan dan jangan lupa untuk terus terapkan protokol kesehatan ketika sedang berkegiatan ya akang teteh! Akang teteh pastinya sering mendengar istilah HP kentang, akang teteh juga pastinya sudah tahu artinya atau mungkin ada &#8230; <a title=\"Istilah HP Kentang untuk Ejek Ponsel Pas-pasan, dari Mana Asal-usulnya?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=7757\" aria-label=\"Read more about Istilah HP Kentang untuk Ejek Ponsel Pas-pasan, dari Mana Asal-usulnya?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1001341,"featured_media":7759,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-7757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-imazine"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1001341"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7757"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7777,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7757\/revisions\/7777"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}