{"id":8897,"date":"2023-07-31T21:11:00","date_gmt":"2023-07-31T14:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=8897"},"modified":"2023-11-30T16:26:36","modified_gmt":"2023-11-30T09:26:36","slug":"ratusan-juta-data-dukcapil-kemendagri-diduga-bocor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=8897","title":{"rendered":"Ratusan juta data Dukcapil Kemendagri diduga bocor"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembobolan data sebanyak 337 juta yang diduga berasal dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri oleh hacker anonim &#8220;RRR&#8221; menciptakan keprihatinan. Informasi yang terdapat di dalamnya, termasuk nama lengkap ibu kandung, menjadi fokus pakar keamanan siber Alfons Tanujaya karena digunakan untuk verifikasi keamanan perbankan. Kemendagri dan BSSN didesak untuk segera melakukan investigasi guna mengidentifikasi penyebab kebocoran, dan Wahyudi Djafar dari Elsam menyoroti kemungkinan tindakan hukum sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menyatakan tidak ditemukan jejak kebocoran data pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat online, hacker &#8220;RRR&#8221; kini menawarkan data tersebut di forum online hacker BreachForums. Alfons Tanujaya mencatat bahwa jumlah data yang melampui populasi Indonesia menimbulkan kekhawatiran bahwa informasi warga yang telah meninggal pun mungkin tercakup. Data ini diduga &#8220;dikopi mentah-mentah&#8221; dari server dukcapil.kemendagri.go.id, mengandung 69 kolom dengan 28 di antaranya berisi informasi pribadi vital.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi yang bocor mencakup nomor induk kependudukan, nama lengkap, tanggal lahir, nomor akta lahir, golongan darah, agama, status pernikahan, nomor akta nikah, nomor akta cerai, tanggal nikah, tanggal cerai, dan kelainan fisik. Data juga mencakup pendidikan, pekerjaan, NIK orangtua, nama lengkap orangtua, dan nama petugas yang memasukkan informasi. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah kebocoran nama lengkap ibu kandung, yang bisa digunakan untuk memverifikasi pemegang rekening perbankan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alfons Tanujaya menyampaikan peringatan serius terkait potensi risiko keamanan keuangan, di mana pemilik data yang sah dapat menjadi korban pencurian identitas dan pengurasan rekening. Dia juga mencatat bahwa jika peretas sebelumnya telah menggabungkan data dari serangan sebelumnya, dampaknya bisa lebih luas, termasuk potensi kampanye negatif terhadap Indonesia berdasarkan data demografis yang dicuri. Tanujaya menduga bahwa kebocoran terjadi karena data di server Kemendagri tidak dienkripsi sesuai standar yang baik, memungkinkan pembacaan data meskipun telah dibobol. Menyoroti pentingnya enkripsi, dia menegaskan bahwa langkah-langkah keamanan seperti yang dilakukan oleh platform seperti Tokopedia dapat menjadi contoh bagi instansi pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8212;- Sumber: https:\/\/www.bbc.com\/indonesia\/articles\/c51v25916zlo<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembobolan data sebanyak 337 juta yang diduga berasal dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri oleh hacker anonim &#8220;RRR&#8221; menciptakan keprihatinan. Informasi yang terdapat di dalamnya, termasuk nama lengkap ibu kandung, menjadi fokus pakar keamanan siber Alfons Tanujaya karena digunakan untuk verifikasi keamanan perbankan. Kemendagri dan BSSN didesak untuk segera melakukan investigasi &#8230; <a title=\"Ratusan juta data Dukcapil Kemendagri diduga bocor\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/?p=8897\" aria-label=\"Read more about Ratusan juta data Dukcapil Kemendagri diduga bocor\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1001341,"featured_media":8898,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-8897","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-imazine"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8897","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1001341"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8897"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8897\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8936,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8897\/revisions\/8936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8897"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8897"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/himatif.fmipa.unpad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8897"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}