Boris Eldagsen, seniman asal Jerman, baru-baru ini mengirimkan sebuah karya fotografi hasil kreasi AI yang berhasil menjadi juara dalam kategori kreativitas terbuka dalam Penghargaan Fotografi Sony World pada akhir pekan lalu. Karya tersebut diberi judul “Pseudomnesia: The Electrician”, dan telah memicu perdebatan luas mengenai penggunaan AI dalam dunia fotografi. Boris mengakui bahwa ia telah menggunakan karya tersebut untuk menguji batas kompetisi dan memicu diskusi mengenai masa depan fotografi. Namun, pihak penyelenggara mengatakan bahwa Boris telah menyesatkan mereka mengenai cakupan AI yang akan dilibatkan.
Boris mengakui perbuatannya dan mengucapkan terima kasih kepada dewan juri atas keputusan mereka yang telah membuat foto hasil kreasi AI-nya menjadi momen bersejarah. Namun, Boris mempertanyakan apakah para juri sebenarnya menyadari bahwa foto tersebut bukanlah hasil dari fotografi asli, melainkan sebuah gambar yang diproduksi secara sintetis oleh AI. Menurut Boris, gambar hasil kreasi AI dan fotografi seharusnya tidak bersaing satu sama lain dalam ajang penghargaan seperti ini karena keduanya adalah entitas yang berbeda.
Boris mengirimkan sebuah potret hitam-putih dua perempuan dari generasi yang berbeda. Ia menunjukkan bahwa terdapat sesuatu yang terasa tidak benar pada gambar tersebut, yaitu fakta bahwa itu bukan hasil fotografi asli. Penggunaan AI dalam segala hal, mulai dari lagu, penulisan esai, mobil tanpa pengemudi, tanya-jawab terapis, hingga pengembangan ilmu kedokteran, telah memicu perdebatan yang luas dalam beberapa bulan terakhir. Kini, kegunaan AI akan berfokus pada dunia fotografi.
Organisasi Fotografi Dunia menyatakan bahwa kategori kreatif dalam kompetisi terbuka menerima pendekatan beragam eksperimental pada gambar, mulai dari teknik mencetak lawas yang menghasilkan biru-cyan hingga praktik digital mutakhir. Dalam hal ini, Boris telah mengkonfirmasi kepada pihak penyelenggara bahwa karya tersebut merupakan “kreasi bersama” gambarnya dengan menggunakan AI. Boris menunjukkan ketertarikannya pada “kemungkinan kreativitas generator AI” sambil menekankan bahwa titik gambar sangat bergantung pada pengetahuan fotografinya.
Namun, meskipun pihak penyelenggara menyatakan dukungannya terhadap partisipasi Boris, akhirnya Boris memutuskan untuk menolak penghargaan tersebut. Pihak penyelenggara mengaku telah menangguhkan aktivitas dengan Boris dan mengeluarkannya dari kompetisi sesuai dengan keinginan sang seniman. Mereka juga menyadari pentingnya subjek AI dan dampaknya terhadap kreasi gambar hari ini, tetapi menekankan bahwa penghargaan tersebut selalu dan akan terus dilanjutkan menjadi platform untuk kejuaraan dari keunggulan dan keterampilan fotografi.
————
Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/majalah-65302153