Back to Nature

“Anak TI pergi hiking? Emang kuat?”

“Anak TI mau camping? Ga salah?”

“Emang bisa hidup tanpa komputer?”

“Emang bisa tahan tanpa listrik?”

 

Hiking merupakan sebuah aktivitas cabang olahraga yang melibatkan seluruh komponen fisik untuk berjalan menghadapi berbagai medan seperti tanjakan baik curam maupun terjal yang berbatu, berpasir, atau bertanah alun. Dan camping merupakan kegiatan survival dimana kita dituntut untuk bisa bertahan hidup dalam berbagai keadaan dengan mengandalkan seluruh perlengkapan dan makanan yang dibawa, sehingga mengharuskan kita untuk bisa menghemat berbagai penggunaan atau pengonsumsian barang serta makanan. Sekarang, bagaimana mahasiswa Teknik Informatika yang notabenenya adalah mahasiswa yang terbiasa dengan hal-hal modern berbau kelistrikan dan teknologi, biasa mager depan komputer, bisa bertahan hidup di atas pegunungan yang jauh dari peradaban teknologi? Mungkin bisa kita bayangkan betapa riskannya keluar dari zona aman lalu beradaptasi dengan keadaan dan lingkungan yang berbeda. Dan untuk apa mahasiswa Teknik Informatika meninggalkan segala kemewahannya hanya untuk menaiki gunung lalu menuruninya kembali, tidakkah itu sia-sia dan hanya membuang waktu? Hingga pada akhirnya semua keraguan itu telah diselesaikan dan dibuktikan oleh beberapa mahasiswa S1 Teknik Informatik FMIPA Unpad yang tergabung dalam komunitas “MAWADI”, yang merupakan singkatan dari Mawa ( Muda ), Warada ( Cinta ), dan Ardi ( Gunung ), yang maknanya adalah “Sekumpulan Pemuda yang Mencintai Gunung ( Alam )”.

Sejarah mencatat bahwa MAWADI Himatif ini telah berhasil menaklukkan dua gunung, yaitu Gunung Gede pada bulan November tahun 2013, dan Gunung Papandayan pada bulan Desember 2014 kemarin, dengan merasakan manfaat bahwa hiking dan camping dapat melatih stamina, fisik serta daya tahan tubuh juga sebagai penyegaran jasmani dan tentunya terdapat kepuasan tersendiri ketika sudah mencapai puncak, dan memang itu yang paling dicari. Dan sekarang mereka sedang berupaya untuk mengukir sejarah berikutnya, dengan menaiki gunung yang ketiga kalinya yaitu Gunung Merbabu, Boyolali, Jawa Tengah, dengan perkiraan selama 3 hari 2 malam dan disana sekaligus melakukan prosesi peresmian komunitas mereka dengan mengibarkan bendera Himatif di puncak Merbabu. Mari kita beri semangat dan do’a kepada mereka agar dimudahkan dalam perjalanan dan kembali dengan selamat. Tetap semangat dan harumkan nama Himatif sampai setinggi langit!

Perjalanan kali ini cukup unik, karena mereka berangkat pada tanggal 7, mereka berjumlah 7 orang dan Himatif merupakan Himpunan ke-7 di FMIPA Unpad.

Leave a Comment